sederhana saja. tingkat kekecewaan yang sudah sedemikian akut telah menjalar di segenap penjuru Nusantara. melibas dan menerabas tiap jenjang sosial profesi. tidak lagi ada saya dan kamu, yang ada hanya kita. kita, yang telah kecewa dengan Indonesia hari ini. kita, yang muak dengan kondisi Indonesia hari ini. kita, rakyat Indonesia pemilik sah negeri ini.
akumulasi kekecewaan yang terus bertumpuk sebagai akibat lemahnya kepemimpinan di negeri ini. kekecewaan atas minimnya teladan dari petinggi bangsa. kekecewaan atas buruknya pemerintahan.
membuncah.
meledak.
presiden tidak bisa intervensi, kalo penetrasi bisa ga?
Indonesia ini bukan milik anda seorang tetapi milik generasi setelah anda. Indonesia kini adalah Indonesia yang dititipkan oleh anak cucu agar dibangun dan dipelihara. Indonesia kini adalah warisan dari sekian juta nyawa yang telah direlakan untuk tujuan yang sama: negara yang adil dan makmur.
jika memang presiden tidak bisa intervensi, mohon jawab. bisakah anda penetrasi?
lakukan tugas dan tanggungjawabmu dengan amanah. bila anda lalai dan lalim, kami akan bertindak.
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 Agustus 2011
Selasa, 18 Januari 2011
Hikayat presiden dengan ipadnya
Konon sejak kunjungan kerja (?) presiden ke sebuah acara di Toronto , Kanada sana presiden mendapatkan bingkisan dari seorang konsultan komunikasi. Sebuah bingkisan yang remeh temeh dan ringan untuk dijinjing. Sebuah ipad keluaran terbaru. Betapa sumringah wajah presiden saat menerima bingkisan tersebut. Padahal, peraturan undang2 menyebutkan bahwa pemberian bingkisan dalam bentuk dan nama apapun kepada pejabat negara/pemerintahan adalah dilarang dan harus di laporkan ke bagian/institusi pemerintah (mungkin KPK kali yaa). Kategorinya adalah GRATIFIKASI. CMIIW.
Apakah presiden sudah melaporkan hadiah tersebut? Meneketehe! Jikalau presiden tidak melaporkan hadiah tersebut, maka presiden sudah melanggar undang2 yang ditandatanganinya sendiri. Berdusta pada UU.
Ok lanjut.
Setelah belajar untuk menguasai ipad yang berteknologi canggih akhirnya ipad tersebut naik pangkat. Tidak lagi hanya di meja kerja presiden saat rapat kabinet atau di ruang kerja presiden. Kali ini sudah ada di mimbar kepresidenan. Menggantikan buku catatan kecil yang selama kurang lebih 5 tahun menemani presiden saat berada di mimbar kepresidenan. Ipad warna silver dengan setia menemani cuap2 presiden baik pada saat konferensi pers maupun dalam pengarahan manakala ada acara di istana cikeas ooopps.. istana kepresidenan maksud saya.
Langganan:
Postingan (Atom)