cari saja dengan jarimu

Tampilkan postingan dengan label selingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label selingan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2015

pemanasan dulu

tarrrrraaaaaa.....!!
akhirnya nongol juga setelah sekian lama hibernasi - merasa diri beruang kutub, padahal cuma copas postur tubuhnya doank. menulis lagi. bukan karena tuntutan tugas seorang wartawan atau bukan pula tuntutan dapur dari orang yang berprofesi sebagai penulis. tapi semata2 untuk ikutan menuai ladang pahala lewat berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman syukur2 bisa jadi referensi - apapun itu.

ngetiknya segini aja dulu. judulnya juga pemanasan. biar kembali dikenali oleh mbah google dan masuk dalam databasenya. siapa tau ada sesuatunya :)

Kamis, 02 Oktober 2014

batik betik butik

Gak kerasa udah sekian bulan ga nulis lagi di blog pinggiran ini. kenapa pinggiran? Karena isinya gak mainstream dan sering kali dilupakan. Berasa sok sibuk dengan kerjaan sendiri padahal emang gak punya kesempatan lapang buat ngetik2 di komputer. Mumpung lah ada waktu senggang setelah sholat dzuhur dan menanti jam kerja dimulai lagi. Mari kita menulis lagi :)
sesuai dengan judul, maka bahasannya tentang BATIK BETIK dan BUTIK.

BATIK
Hari ini tanggal 2 Oktober 2014, seperti tahun kemarin dimana tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. apa sih keunggulan dari Hari Batik Nasional?
dengan semangat melawan lupa, maka disajikan kembali sejarah dari tanggal 2 Oktober – Hari Batik Nasional.

Batik merupakan warisan dari para leluhur bangsa Indonesia, mungkin jika boleh dilebihkhususkan pada leluhur dari tanah Jawa – walaupun akan ada perdebatan dan argumentasi tentang hal ini tapi biarlah. Seiring dengan perkembangan zaman dan perseteruan antara Indonesia dengan negara serumpun terkait dengan permasalahan budaya, maka pihak pemerintah Indonesia segera mengusulkan pada UNESCO terkait dengan warisan dunia yang bernama batik ini. setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya UNESCO mengesahkan bahwa batik merupakan Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 2 Oktober 2009.

Maka sejak itulah dikenal bahwa tanggal 2 Oktober adalah Hari Batik Nasional. Biasanya ada “kewajiban” untuk menggunakan batik pada hari tersebut.
Padahal, tanpa “dikomando” kebanyakan orang Indonesia sudah biasa berbatikria baik untuk seragam sekolah maupun untuk peristiwa penting. Walaupun demikian, tetaplah cintai produk-produk dalam negeri. Membeli batik sama juga menggerakkan perekonomian bangsa.

Kamis, 24 April 2014

There is no free lunch, but there is free dinner


Judulnya keren ye, English gituh. Bukan dalam rangka menunjukkan kualitas dalam berbahasa inggris tetapi sedang mematahkan pernyataan yang biasa didengung2kan selama ini. Tidak ada makan siang gratis!


Yap! Benar. Tidak ada, atau tidak banyak makan siang gratis. Tapi ada kok yg namanya makan malam gratis. Seriusan! Ini benar2 gratis. Cuma datang ke outlet fastfood dan tunjukkan hape tunggu sebentar. Wallah.. dapat paket makan gratis. Cihuy kan?

emang, kalo mau berusaha dan mencari kita bisa kok dapetin sesuatu dengan murah bahkan gratis. asal mau berusaha aja. apalagi banyak produk / merk yg melakukan promosi melalui sesuatu yg gratis. makan gratis contohnya.

ini nih buktinya kalo dapat makan malam gratis. lumayan bisa menghemat sekian rupiah buat jadi anak masa kini. :D



Kamis, 20 Februari 2014

menulis lagi....

sudah lama berselang gak nulis di blog ini. kena penyakit penulis: mind blocking. alasan klasik. bukan sebuah alasan yang bisa diterima oleh kalangan pecinta aksara. maka jadilah. menulis lagi. mencatatkan kejadian. menuliskan sejarah. seperti yang di gambar sebagai berikut:

kreasi dari @masaditya

jadilah tulisan ini (dan tulisan2 selanjutnya). selamat datang kembali.

Kamis, 15 September 2011

KJS Magz edisi #2 telah terbit. buruan colek!

yang hangat yang hangat.. sehangat kopi manis menjelang makan siang.. sehangat roti yang baru matang... sehangat kecupan di kening dari yang tersayang.. fresh from the oven:

KJS Magz edisi #2 bulan September 2011

kjs magz 2

sesuai dengan komitmen awal, KJS Magz akan terbit secara independen dan mandiri tiap bulannya. alhamdulillah, edisi 2 sudah bisa dinikmati. belajar dari edisi pertama, kali ini edisi kedua turun dengan full colour plus colorfull (apa bedanya hayo??) serta edisi hitam putih untuk versi cetaknya. ada 2 versi?

Rabu, 24 Agustus 2011

Vote KJS' pix for Delegation of the European Union to Indonesia

sekedar menyambung lidah dan aspirasi. Sehubungan dengan adanya group photo contest yang diadakan oleh Delegation of the European Union to Indonesia, sekaligus menyalurkan bakat dan naluri artis yang terpendam di sanubari anggota KJS. maka.....
jeng jeng....

KJS

mohon kesediannya untuk menambahkan jumlah "like" untuk foto diatas. caranya:
1. buka page Delegation of the European Union to Indonesia
2. buka tautan foto ini : foto
3. klik "like" pada foto tersebut diatas

sederhana saja bukan? nah jika tidak berkeberatan, mohon dibantu yaa. thx in advance :)
credit foto pada Novi Maizir. Foto diambil pada kegiatan KJS GGG seri 24, Jum'at 19 Agustus 2011. Lokasi CTU Tebet Utara Jakarta Selatan

Kamis, 18 Agustus 2011

tolong bantu klik

tolong donk dibantu...
caranya sederhana saja

klik aja link dibawah ini. bukan jebakan betmen, bukan pula klik spam n bukan PTC.
cuman ngejar cuman pageviews doank..

[MPM] Supremasi Militer Indonesia, Mutiara yang Tertutup Debu

[MPM] Makanan2 Ajib milik Indonesia 

thx buat yang sudah klik.. kalo gak sibuk, klik aja lagi yaa...

trims berat

Jumat, 08 Juli 2011

NEKAT- Curi Sepeda Jenderal Polisi

ingat ingat ingat !!

kejahatan itu modalnya dua NIAT dan KESEMPATAN. biar makin greng, tambahkan NEKAT. tidak hanya khalayak umum yang bisa jadi korban kejahatan bahkan jenderal polisi pun juga bisa jadi korban.

entah sudah beratus tulisan dan atau berita yang berkaitan dengan pencurian sepeda. entah sudah berapa artikel tips untuk menangkal kejahatan pencurian sepeda ditayangkan. yang namanya pencurian sepeda tetap saja terjadi. yang terbaru adalah usaha pencurian sepeda di rumah seorang jenderal polisi.
tidak hanya satu atau dua sepeda tetapi lima sepeda nyaris berpindah tangan. berapa nilainya? ditaksir keseluruhannya bernilai 15 juta rupiah.

beruntung usaha pencurian tersebut digagalkan oleh satpam perumahan. coba kalau beneran terjadi, ditaruh dimana wajah kepolisian? sudahlah ultah yang ke 65, eeeh rumah jenderal dimasuki pencuri.
detail berita:
Lima Sepeda Jenderal Dicuri 
Tiga dari enam maling sepeda di Depok dibekuk saat menggowes sepeda yang dicuri dari rumah seorang jenderal polisi.

Ketiga tersangka Ahmad Baihaki, 21, Azis Supriatna, 23, dan Nazar Hidayat, 16, meringkuk di penjara polisi. Tiga teman kejahatan mereka, Imam Cs, lolos dari sergapan dengan berlari cepat ke semak-semak di Perumahan Pesona Mungil II, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok. Lima sepeda gunung senilai Rp15 juta yang digasak dari rumah jenderal itu disita sebagai barang bukti.

Pencurian pada Jumat (1/7) malam itu dilakukan dengan berbagi tugas. Ahmad Cs bersiaga di sekitar rumah sasaran dan Imam Cs mengeksekusi. Sesaat setelah lima sepeda dibawa keluar, Imam Cs langsung menggowes. Aziz Cs pun berniat menggoewes dua sepeda tersisa namun aksinya dipergoki Alex, satpam perumahan, yang langsung meneriaki mereka sebagai maling. Panik, Imam Cs meninggalkan sepedanya lalu kabur ke semak-semak sedangkan Azis Cs tertangkap lalu digelandang ke kantor polisi. “Rumah itu milik jenderal polisi,” kata Dedi, satpam. “Tapi sehari-hari ditempati anak dan pembantunya.” Disebut-sebut, jenderal yang dimaksud adalah Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein.

AKP. Gatot, Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya, mengaku telah menerima laporan dari Ny. Asih terkait pencurian sepeda itu. “Kami masih memburu tiga pelaku lainnya,” katanya. (angga/B)
sumber: poskota
oleh karenanya.... waspadalah !!

Kamis, 26 Mei 2011

Kreatifitas berbasis keterbatasan

Koskas Jakarta Selatan (KJS) sebagai komunitas sepeda yang rutin mengadakan kegiatan bersepeda malam hari yang diberi nama Gowes Gelap-Gelapan (GGG) telah melakukan pembelajaran penting terkait dengan pelaksanaan kegiatan bersepeda malam hari. tidak hanya membutuhkan aksesoris standar bersepeda seperti helm dan lampu2 tetapi juga diperlukan sebuah aksesoris tambahan.

aksesoris ini berperan ganda, tidak hanya sebagai bagian dari pengaman kegiatan tetapi juga sebagai penanda adanya kegiatan plus bagian dari sosialisasi kegiatan. aksesoris ini hadir sebagai bentuk kreatifitas yang berbasisi pada keterbatasan. ingin tahu aksesorisnya?

cekidot:

tampak depan:
Photobucket
tampak belakang: Photobucket
diperagakan oleh model.

jadi, bila anda melihat penampakan rombongan pesepeda dengan aksesoris seperti diatas, ingatlah itu adalah rombongan sepeda KJS yang sedang ber-GGG :)

Selasa, 15 Maret 2011

Modif Mutakhir ala Goweser

emangnya hanya mobil dan motor aja yang kenal dengan istilah modifikasi (modif)? sepeda juga bisa dimodif. mulai dari ujung bawah hingga ujung atas, dari paling depan hingga paling belakang, semuanya bisa dimodif sesuka hati. walaupun sampai sekarang belum tersedia penyaluran ide kreatif pesepeda bukan berarti kreatifitas jadi mandul bukan?

kreatifitas itu tidak boleh mati tetapi harus dikembangkan. kreatifitas itu ibarat air, selalu mencari celah untuk menerabas. bila halangan terlalu berat, cara yang dipilih adalah cari jalur alternatif.
kreatifitas tidak bisa dibendung dan dibatasi. kreatifitas adalah udara kehidupan. tanpa kreatifitas, maka hidup menjadi kurang lengkap.

ini nih salah satu bentuk kreatifitas dari goweser pada sepedanya.. cekidot:

Kamis, 24 Februari 2011

Bersepeda Bikin Pantat Lebih Seksi


bosen ah dengan berita2 negatif kalo bersepeda. mulai dari yang katanya mengurangi aktifitas sperma dan kemampuan pria dalam melakukan "tugasnya" sampai dengan kemungkinan serangan jantung pada pesepeda. itu penelitian dimana dan gmana dengan variabel2nya gak pernah dijelaskan dengan rinci. tau2 media main comot saja itu hasil penelitian tanpa melakukan check n balances. memang sih bukan tugas media yang melakukan hal itu, tapi dampaknya begitu besaaarr bagi kampanye bersepeda (baca: bike to work Indonesia).

naaaaa!!! biar berimbang. biar gak diboikot oleh sekretaris bla bla bla ada baiknya saya menyajikan informasi hangat dan menghangatkan serta menggembirakan untuk semua pesepeda. biar makin semangat sepedaannya.. sesuai dengan judul: Bersepeda Bikin Pantat Lebih Seksi

Rabu, 23 Februari 2011

Sepeda di TILANG.. hati-hati !

terus terang saya tidak tahu apakah sejak tahun 2011 sudah ada kewajiban bagi pesepeda untuk memiliki SIM (surat ijin mengemudi) atau dokumen kepemilikan kendaraan seperti STNK. mungkin juga saya yang kurang gaul dengan peraturan lalu lintas yang terbaru. tapi ini sebuah kejadian yang benar2 menyentak mata dan hati saya.

seorang pesepeda ditilang saat mengendarai sepedanya.

entah lakon apa yang dilakukan oleh si pesepeda dan pasal apa yang dikenakan padanya oleh pak pulisi. yang jelas, si pesepeda tampak kebingungan mencari SIM sepeda dan STNK sepeda. pak pulisi dengan begitu tegas menanyakan kelengkapan dokumen diatas pada si pesepeda.
apes. mungkin itu yang terjadi pada si pesepeda. apes karena gak punay SIM sepeda dan STNK sepeda. jikalau ada rekan2 yang tahu bagaimana prosedur untuk mendapatkan SIM dan STNK sepeda mohon dibagi kepada khalayak umum.

sebagai seorang kaskuser, rumus dasarnya adalah no pic = hoax, jadi ini buktinya:

Senin, 14 Februari 2011

Julukan pesepeda sesuai dengan aliran sepedanya

sekedar intermezzo dan usaha melepas kepenatan di kepala saja nih.. gak ada niatan untuk mengejek.. jadi, tiada sakit hati santai aja jek :)

berikut nama lain atau julukan bagi pesepeda sesuai dengan aliran sepedanya..

1. Bebek
julukan ini disematkan kepada pesepeda yang sukanya sepedaan dikala hujan, baik rintik2 maupun hujan deras. belum pernah ditemukan pesepeda yang bersepeda saat hujan uang, karena belum pernah kejadian hujan uang. :p

2. Pak Tani
julukan ini disematkan kepada pesepeda yang sukanya sepedaan di trek yang bercorak tanah merah, lumpur dan juga rumputan. biasanya pak tani ini gak bawa cangkul tetapi bawa potongan kayu pendek yang gunanya mencongkel tanah.

3. Kalong
julukan ini disematkan kepada pesepeda yang suka sepedaan di malam hari. entah karena telat pulang atau memang sedang olahraga malam. para kalong ini mewajibkan diri dengan aksesoris sepeda berupa lampu kelap kelip. tujuan utama dari para kalong biasanya adalah tempat makanan yang buka 24 jam.

4.  Tukang Koran
julukan ini disematkan kepada pesepeda yang suka sepedaan di subuh hari. bukan sebuah kebiasaan tetapi seringkali merupakan profesi.

punya julukan yang lain? anda termasuk yang mana?

Rabu, 26 Januari 2011

aneh tapi nyata, aliran sepeda gaya baru.. cekidot

sejenak kabur dari rutinitas dan padatnya kerja, saatnya ngaskus (online di kaskus). gak seperti jaman baheula dulu yang nyari BB17, tapi sekarang cari obat senyum.

OMG !!

nemu yang beginian...

ampun dijeeee....
aneh tapi nyata.. bukan bohong bukan hoax. ini fakta!
kawin silang antara hobby bersepeda dengan  hobby memancing .

sumber foto : kaskus tribute untuk fotografer (topangdagu - lupa nama aslinya.. nti lihat di kitab primbon dulu yee)

Senin, 24 Januari 2011

Perlukah Provokasi?

Tulisan ini semata2 ingin menjaring tanggapan, analisa, pendapat dan lain sebagainya. Jadi, mohon luangkan waktunya untuk memberikan tanggapan. Terima kasih sebelumnya.

Berawal dari tulisan dengan judul “TanTiiin,, TannnTiin..” oleh Fajar Y Wahyudi. Secara garis besar, tulisan ini mengutarakan curahan hati seorang pesepeda tentang perikehidupan jalanan yang dihadapinya pada hari jum’at pagi. Saya meyakini, apa yang dialami oleh oom Fajar ini sudah barang tentu dialami juga oleh pesepeda lain. Entah di itu pagi, siang, sore dan bahkan malam hari. Tidak hanya di hari Jum’at tetapi juga di hari2 lainnya.

Tanggapan saya adalah sebagai berikut:

Saya termasuk salah satu orang yang kerap mengalami hal yang serupa. Tidak hanya bisingnya suara klakson bahkan terkadang ditambah dengan kata2 yang gak etis untuk disampaikan di ruang publik ini. Anda pernah merasakannya?

Atas nama pribadi, saya mengajukan pembelaan diri, bahwa hal tersebut diatas tidak perlu terjadi. Saya dengan sepeda saya sudah menjalankan apa yang telah diwajibkan pada saya. Cara bersepeda saya sudah benar. Saya sudah melengkapi diri saya dan sepeda saya dengan perlengkapan keamanan. Saya sudah berjalan pada lajur paling kiri. Haruskah saya menerima perlakuan tersebut?
Pantaskah jika saya melawan?
Bolehkah saya melawan?

..

Perlawanan dengan otot bukanlah pilihan utama, walaupun akan digunakan bila tak ada pilihan lain. Perlawanan bisa dilakukan dengan sikap, bisa dengan ucapan, bisa dengan kata-kata. Dengan kata-kata bisa disajikan secara verbal maupun secara visual. Saya sadar bahwa perlawanan melalui verbal tidak akan menyelesaikan masalah, maka saya memilih perlawanan secara visual melalui tindakan, sikap dan TULISAN.

Bagi beberapa kalangan, apa yang saya lakukan adalah tindakan PROVOKASI, memancing emosi, dan sia2. terserahlah orang berkata apa karena ini adalah my standing point. Saya tidak akan memaki mereka karena itu akan menjadikan saya seperti mereka. Saya tidak akan menggunakan otot karena saya masih punya otak dan omong.

Teringat momen kumpul2 perdana b2w kaskuser chapter jabodetabek akhir Oktober 2010. Pada sesi curcol, mashadi mulyo menanggapi “aksi provokasi” saya dengan bahasa yang bijak : “memang waktunya melakukan itu, tapi nanti akan tiba waktunya untuk tidak melakukan itu” (kurang lebih seperti itu)

Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani
Saya adalah generasi tengah. Generasi yang mempunyai segudang semangat. Generasi yang masih labil, masih membutuhkan bimbingan. Generasi yang akan dicontoh oleh generasi dibawah saya.

Untuk perikehidupan yang baik.
Untuk pola komunikasi yang lebih efektif.
Untuk sikap saling menghargai.
Untuk sebuah pertanyaan saya: Perlukah Provokasi?

Mohon tanggapannya..

salut untuk jiwa besar, nyali dan keberanianmu

Takjub. Itu yang terlintas saat membaca sebuah pernyataan tegas dari seorang Andre Deprito. Kalimat singkat dan jelas, meneguhkan posisi diri “Saya bukan seorang plagiator!” Kalimat itu tertuang dalam sebuah note di laman be to we. Cekidot:
Kalimat singkat itu membuat saya terkagum2 pada jiwa besar, nyali dan keberanian seorang siswa kelas sembilan (kelas 3 SMP). Jiwa besar untuk mengakui kesalahan, Nyali dan keberanian untuk meminta maaf secara terbuka.

Adakah anda tahu mengapa Andre menyatakan sikapnya seperti itu? Berikut kronologis yang saya ketahui (saya terlibat di dalamnya).

Adalah sebuah jerawat yang mau dipencet, crot! Biar gak lagi mengganggu n bikin uring2an. Sebuah jerawat yang bernama plagiat atau copas. Yap! Di awal tahun 2011 ini ada “penyakit” kambuhan yang kembali menjangkiti net-citizen di 2 socmed yang saya tergabung di dalamnya. Laman B2W Indonesia dan kompasiana. Dua laman favorit karena menyajikan kesenangan saya dan memperluas cakrawala berpikir saya.

Penyakit ini pertama kali saya “temui” pada laman b2w dan i***ah.com (ceritanya bisa anda cari di blog ini). Beradu argumentasi untuk pembenaran plagiat dengan dalih BERBAGI plus jurus ikhlas tidak menggoyahkan sikap saya: plagiat adalah kejahatan.

Beranjak ke kompasiana.com. sebuah laman yang (menurut saya) mengagungkan originalitas dan menabukan plagiat dalam bentuk dan alasan apapun. Ternyata di laman ini pun tidak lepas dari penyakit busuk ini. Ada beberapa kompasianer senior yang sudah sedemikian geramnya dengan para plagiator. Tidak hanya geram tetapi juga melakukan perlawanan. Salah satunya adalah dengan menggunakan “jasa” dari “copyscape”. Caranya sederhana, hanya menempelkan logo copyscape dalam setiap tulisan. Selain daripada itu, copyscape bisa menelaah dunia internet untuk mencari laman yang sekiranya menjiplak isi tulisan.

Sejak minggu lalu saya menggunakan jasa copyscape untuk menelaah, adakah tulisan saya yang dibajak oleh laman lain. Dan ternyata ada! Blog milik dmana Andre bertindak sebagai admin telah menyalin mentah2 tulisan saya tanpa ijin dan tanpa mencantumkan sumber tulisan. Saya pun menuju tekape dan meninggalkan jejak disana (walaupun masih dalam status moderasi). Sebuah jejak yang berisi pesan yang jelas untuk si empunya blog.

Tak dinyana, admin blog mengirimkan sebuah email permohonan maaf atas tindakannya tersebut. Sengaja tidak saya balas, saya ingin bukti yang lebih nyata. Tidak perlu waktu lama, akhirnya keluarlah sebuah tulisan di laman b2w dengan judul : “Permohonan Maaf” sebuah tulisan yang berani karena mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kekeliruan tersebut.

Saya pun mengganjarnya dengan rate XTR dan tanggapan positif untuk jiwa besar, nyali dan keberaniannya tersebut. Tidak seperti pihak lain yang masih malu2 dan tidak punya keberanian untuk mengakui perbuatannya. Plagiat adalah kejahatan.

Seorang Andre Deprito, yang masih duduk di kelas sembilan, telah mengajarkan salah satu hal penting dalam hidup ini : KEJUJURAN. Menunjukkan KEBERANIAN serta JIWA BESAR. Semoga modal yang telah dimiliki oleh Andre bisa ditularkan kepada teman2nya dan terus dipupuk untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Rabu, 05 Januari 2011

copas? plagiat? bukan sebuah pilihan

intro: tulisan ini terinspirasi dari perbincangan antara saya dengan Cak Yo beberapa waktu lalu. sempat mengendap tapi kali ini membuncah karena sebuah laman berita yang me"remake" tulisan saya. teriring permohonan maaf bila ada kata2 yang salah.

siapa sih yang gak kenal dengan metode canggih bin ajaib yang terkenal sejak jaman dahulu kala: Mencontek. Menyalin. Menjiplak. Mencontoh. Copas (copy paste) dan sebutan2 lainnya. sebuah metoda yang saya yakini hampir semua anak bangsa ini pernah melakukannya (baik diakui atau tidak) - saya pun pernah melakukannya. metode belajar ini memang terbukti ampuh dalam menghasilkan sebuah karya dengan waktu yang singkat. tinggal klik-klik maka jadilah sebuah karya yang bisa dengan bangga diakui sebagai karya orisinil si pelaku.

metode ini selain cepat juga ampuh untuk memberikan sebuah tingkatan atau label bagi si pelaku. si anak baik (karena mencontek pe-er temannya). si karyawan teladan (karena menjiplak SOP perusahaan lama). si produsen jempolan (karena mencontoh prototype/purwarupa produsen lain). gak percaya? cek saja di dunia nyata. berapa banyak orang/pihak yang menjadi atau mendapatkan keuntungan karena kegiatan yang satu ini.

baguskah perbuatan tersebut? *garuk2 kepala. harus jujur diakui bahwa perbuatan itu bukanlah tindakan yang terpuji dan tidak boleh dicontoh serta tidak boleh dibudayakan. yaa boleh2 saja diteruskan bilamana memang tidak ada keinginan untuk maju dan terus berkembang. lambat laun hilang lah sebuah kreatifitas dan tumpulnya kemampuan otak untuk melakukan hal2 baru. dalam skala yang lebih besar: mematikan kebudayaan.

Selasa, 21 Desember 2010

Gowes Online dulu sebelum ke Jogja

hari ini baru dapat pengetahuan bahwa b2w chapter jogja punya web/laman sendiri. penasaran dengan bagaimana penampakannya, tergeraklah tetikus ini untuk berkunjung. www.b2w-jogja.web.id
jreng jreng.. kesan pertama.. elegan, gelap, eksotis. gak percaya? coba lihat skrinsuut berikut ini:

skrinsut

klik link ini untuk mendapatkan tampilan yang lebih besar.

Selasa, 14 Desember 2010

Maskot CFD Jakarta: Pak Yono Siomay Pink

Entah sudah CFD kali ke berapa yang sudah dilaksanakan di Jakarta, tepatnya sepanjang ruas jalan sudirman-thamrin. Entah sudah berapa ribu sepeda yang melintas. Entah sudah berapa juta paru2 yang menjadi lebih sehat. Diantara jumlah-jumlah itu hanya ada satu orang yang senantiasa dengan sabar dan telaten hadir. Hanya satu sosok yang sedemikian beda diantara yang lainnya. Hanya ada satu maskot tidak resmi CFD Jakarta.

Dialah Pak Yono; si siomay pink


Kurang lengkap bila CFD-an tanpa kehadiran beliau. Beliau yang pedagang siomay. Beliau yang begitu rajin untuk hadir setiap CFD. Beliau yang paling nyenrik dengan warna pink di sepedanya. Tidak hanya sepeda! Tetapi juga pakaian dan lain sebagainya. Semuanya serba PINK!

Rabu, 03 November 2010

seli 16" vs seli 20"

berawal dari pertanyaan di kaskus ttg perbandingan seli 16" dan seli 20" maka terbetiklah sebuah tulisan (gak serius2 banget) guna menjawab pertanyaan tersebut.
maaf jika gaya bahasanya aneh...
Q: ane baru beli seli ukuran ban 20", cuma stlh ane liat2 lagi klo utk dibawa dikereta atau (mungkin) busway koq enakan seli yg 16" ya? lbh praktis.

tapi klo lagi mo digowes langsung dr kantor kerumah (prjalanan jauh) seli 20 lebih pas krn keliatan lebih kokoh. bener gak sih? atau seli 16" asik jg buat dibawa jalan2 jauh spt itu? jd gmn donk gan?

sbenernya peruntukkan seli 16" & 20" itu buat apa? mohon disharing kelebihan / kekurangan dari masing2 seli tersebut.

terima kasih...
dan berikut jawaban versi saya...
A: perbandingan yang paling mendasar adalah HARGANYA..
hehehehehe
bener kan...
yang 20" lebih mahal ketimbang yang 16" (pada merk yang sama)

perbandingan yang kedua adalah UKURANNYA..
bener ga?
yang 20" lebih besar ketimbang yang 16"

perbandingan yang ketiga adalah BERATNYA..
walau beda tipis tapi tetep aja beda..

perbandingan yang keempat adalah GOWESNYA..
yang gowes 20" lebih ringan karena gak terlalu sering genjot
sementara yang 16" lebih sering genjot..

perbandingan yang kelima adalah...
belum nemu.. heeheheheheheeh....

tapi ini yang beneran...
kalau digaristegaskan, seli 16" memang lebih cocok untuk jarak dekat dan over moda transportasi.
maksudnya adalah yang 16" lebih ringkas sehingga lebih kecil jikalau masuk ke moda transportasi primer macam bus dan atau kereta api.

sementara yang 20" lebih susah karena ukurannya yang lebih jumbo ketimbang 16".
kelebihan dari 20" adalah gowesnya gak terlalu capek..

gue pun baru hari ini gowes ke kantor dengan 16"
berasa banget bedanya..
biasanya pake MTB 26"
ckckckkckc....
=====
maaf jika jawaban saya salah, soalnya baru hari ini b2w dengan seli 16"