cari saja dengan jarimu

Selasa, 30 November 2010

Beginilah Cara Membobol Gembok Sepeda. AJIB!

masih ingat dengan kejadian yang menimpa salah satu kaskuser yang saya tuangkan di tulisan "Segera ganti Gembok sepeda anda. SEKARANG !!!" . setelah melakukan visum et repertum pada gembok sepeda yang sudah dibobol, maka diperoleh hal2 berikut ini.

kondisi korban sebelum kejadian:
Gembok Standar United

visualisasi lain pada subyek lain (tipe dan model identik - pemakaian normal pada sebuah seli 16")
pada seli

Senin, 29 November 2010

Segera ganti Gembok sepeda anda. SEKARANG !!!

berdasarkan kisah nyata dari seorang rekan di kaskus.us (sumber pengalaman). untuk lebih lengkapnya berikut disajikan kembali:
sharing gan...

hari ini ada kejadian aneh tapi nyata.
seperti biasa ane parkir sepeda di kantor, digembok ke tiang besi pake gembok sepeda spiral yang 30 ribuan.

aneh bin ajaib gan...pas jam istirahat mau beli makan siang...sepeda ane udah gak ada.

celingak-celinguk...eh ternyata pindah posisi kira2 4 meter dari tempat semula. yang ane heran kok bisa2nya gembok ane dibuka dan dikunci kembali tanpa ada cacat sedikitpun ?

ini gemboknya :

wah..wah...kayaknya ane musti ganti gembok nih.

( musti terima kasih sama orang yg udah dengan gampangnya ngebuka dan mengunci kembali gembok sepeda ane )

buat agan2 yang B2W kalo bisa pake sepeda yang murah aja gan, kalo sampai ilang udah ikhlas lahir batin.

Kamis, 25 November 2010

Bang Bolank Gowes to Jogja bagian 7

Perjalanan saya di jogja masih berlanjut loh. Setelah kemarin ngubek2 tugu jogja dan jalan malioboro, sekarang saatnya berlanjut lebih ke utara.

Menyusuri jalan malioboro yang lengang dan tertutup debu menyiratkan bagaimana keadaan yang hinggap di benak warga jogja. Malioboro sebagai salah satu sentra roda ekonomi, hari ini lumpuh tiada bersemangat. Tak sanggup rasanya berlama2 di malioboro, menatap sorotan mata yang kuyu lemas tak bergairah.

Di ujung jalan malioboro terdapat 2 titik yang sangat terkenal seantero jogja, mungkin juga seantero Indonesia. Kedua titik itu adalah Monumen Serangan Umum 1 Maret dan Gedung Agung (Istana Kepresidenan). Disinilah titik nol kilometer jogja ditempatkan. Maka, jikalau anda bepergian ke jogja, belum lengkap dan sah bila belum melewati titik nol kilometer ini.

Sebelum ke titik tersebut, saya menyempatkan diri untuk menyebrang ke kiri, menyusuri sepadan jalan untuk berkunjung ke Benteng Vredeburg. Benteng ini masih berdiri kokoh walaupun sudah berstatus museum Benteng Vredeburg. Benteng ini menyimpan banyak sejarah mengenai kota jogja, cikal bakal jogja sekarang. Di dalam benteng ini, terpampang banyak diorama yang menceritakan tentang sejarah Indonesia semasa penjajahan dulu. Berhubung sudah sore, museumnya sudah tutup jadi gak bisa bercerita banyak. Lain waktu akan saya bagi foto2 di dalam museum. Biar gak dibilang hoax, silahkan disimak foto2nya..

Selasa, 23 November 2010

Tarif Sepeda di Kereta Api; Website Vs Karcis = mana yang benar?

fast blog saja

salah satu oleh2 dari perjalanan bang bolank gowes to jogja adalah kekesalan atas sikap dari seorang kondektur yang malak karena saya bawa sepeda lipat (yang sudah terlipat). detail ceritanya bisa dibaca di: bang bolank gowes to jogja bagian 2. pada dasarnya saya bersedia bayar bea barang bilamana memang terutang / harus bayar. pembayaran pun harusnya dilakukan dengan berdasarkan aturan resmi dan dilakukan di tempat yang resmi. bukan dengan cara malak.

sebagai tindak lanjut dari kekesalan ini,saya curhat dengan rekan2 kaskuser di thread B2W Regional Jakarta. salah seorang rekan menunjukkan "ketentuan" yang ada di website PT KAI. alamatnya : http://www.kereta-api.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=53&Itemid=63
berikut skrinsut nya:

Bang Bolank Gowes to Jogja bagian 6

Setelah beberapa terhenti, sekarang mari kita lanjutkan kisah perjalanan bang bolank gowes to jogja, bagian 6. Terima kasih sebelumnya untuk yang sudah baca tulisan sebelumnya dan juga untuk yang sudah memberikan komentar/tanggapan dan atau rating.

Setelah puas berfoto2 ria di tugu jogja, kembali perjalanan di lanjutkan. jalan terus ke arah utara, menyusuri jalan pangeran mangkubumi hingga sampai di stasiun tugu. Entah karena hapal atau karena hal lain, banyak tukang becak yang berdecak. Entah salut atau berpikir: “wong iki gendeng opo?” hehehehe.. ketika orang lain menghindari jalanan Jogjakarta yang diselimuti debu vulkanik, saya dengan semangat 45 terus menembus jalanan. Mumpung di jogja, da jauh2 ke jogja masak diam di rumah saja.

Di ujung jalan itu setahun kemarin.
eh salah.. itu kan lagunya kahitna.. maksudnya adalah di ujung jalan malioboro ku ambil foto.. kembali efek debu narsis melanda.. cekidot:

Jalan malioboro yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk pedagang dan turis baik nusantara maupun mancanegara, kali ini lengang. Jalanan menjadi abu2 karena tertutup abu. Para pedagang yang biasanya dengan semangat menawarkan barang dagangannya, kini bersemangat untuk tidak jualan. Lapak2 baju yang biasanya rajin saya singgahi kali ini tutup. Gak jadi beli baju dech.